Pj Wali Kota Kediri menjelaskan para kader ini akan mendapat pelatihan tentang dapat, guna, simpan dan buang (DAGUSIBU) obat. Maka para kader harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ditambah juga akan ada materi tentang survei perilaku masyarakat terkait pengelolaan obat di rumah tangga.
Harapannya dengan acara ini semakin meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat secara benar dan meningkatnya penggunaan obat rasional.
“Saya mengajak para apoteker menjadi agen sosialisasi dan edukasi ke masyarakat agar tidak swamedikasi, berlebihan konsumsi obat atau anti mengonsumsi obat. Sering terjadi penggunaan antibiotik sembarangan apalagi mengikuti tren obat yang viral di media sosial. Saya berpesan setelah pelatihan ini para kader bisa membantu Puskesmas melaksanakan program-program,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 90 kader GEMA CERMAT, apoteker puskesmas, penanggung jawab promosi kesehatan, dan penanggung jawab kesehatan lingkungan. Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri Mubasysyr, dan tamu undangan lainnya.



















