Pj Walikota Zanariah Terima Studi Banding UNFPA dan Kemendagri, Harap Kota Kediri Bisa Dijadikan Lesson Learned Daerah Lain dalam Penurunan AKI

Angka Kematian Bayi Kota Kediri
Pj Wali Kota Kediri, Zanariah memberikan pemaparan pada kunjungan Studi Banding UNFPA dan Kemendagri.(foto: protokol dan komunikasi pimpinan)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Pj Wali Kota Kediri Zanariah menerima kunjungan studi banding dari United Nation Population and Fund (UNFPA) dan Kementrian Dalam Negeri dalam rangka Joint Mission Program Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), yang bertempat di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri, Rabu (31/7). Kota Kediri merupakan kota dengan AKI 0 (nol) dengan jumlah kelahiran paling banyak dibandingkan Kota Mojokerto dan Kota Madiun. Berangkat dari hal tersebut, Kota Kediri dinilai dapat menjadi lokasi studi banding dalam pelaksanaan program penurunan AKI secara mandiri tanpa adanya pendampingan sebagai bahan pembelajaran bagi kementerian/lembaga terkait.

“Saya ingin dalam waktu yang singkat kegiatan studi banding ini untuk program penurunan angka kematian ibu dapat dilihat dari siklusnya seperti apa. Saya senang ada kunjungan untuk studi banding ke kota ini karena meringankan kita, kami pun bisa dapat ilmu seperti apa harus dilakukan agar sukses zero angka kematian ibu. Tahun 2023, kami mencatat bahwa tidak ada kasus AKI di Kota Kediri,” terang Pj Wali Kota Kediri.

Baca juga: Pj Wali Kota Kediri Harap Semua Pihak Implementasikan Pembangunan Responsif Gender

Read More

Sayangnya pada semester awal tahun 2024 ini, Kota Kediri mencatat adanya 2 kasus kematian ibu. Penyebab yang pertama adalah sang ibu mengalami pendarahan persalinan dengan kasus Haemorargia Post Partum (HPP). Hal ini dipicu 4T, terlambat mengenali tanda bahaya, terlambat merujuk, terlambat mencapai faskes, sehingga terlambat tertangani. Lalu, satu lainnya dikarenakan ibu hamil tersebut menderita Autoimun Sistemik Lupus Eritematosus (SLE).

Zanariah menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen menjamin kesejahteraan warga sejak di kandungan hingga meninggal. Baik melalui berbagai program pendampingan, perlindungan, hingga bantuan. Terkhusus pada upaya penurunan angka kematian ibu, Pemerintah Kota Kediri telah menjalankan serangkaian program inovatif secara mandiri. Bahkan program ini ditujukan tidak hanya untuk para ibu hamil, melainkan sejak mereka masih remaja.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *