Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Ditengah harga cabai yang meroket, sejumlah petani cabai di Ponorogo harus gigit jari. Pasalnya, tanaman cabai yang saat ini sudah memasuki masa panen malah banyak yang mati dan tidak berbuah akibat terserang virus Gemini.
Baca Juga : 18 Klub Siap Bersaing di BRI Liga 1, Sang Juara Persib Bandung Kontra PSBS Biak sebagai Pembuka
Hal tersebut terjadi di salah satu sentra penghasil cabai di Kabupaten Ponorogo, yakni di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman. Dimana mayoritas tanaman cabai di daerah tersebut mengalami gagal panen akibat terserang virus.
“Bisa dibilang gagal panen, karena banyak yang terserang virus, akhirnya tidak mau berbuah dan cepat busuk,” Ungkap Rudi Setiono, salah satu petani cabai, kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).
Baca Juga : BRI Liga 1 2024/25 Siap Digelar, Emtek Group Bakal Tayangkan 306 Pertandingan, Berikut Jadwalnya
Rudi mengatakan jika pun pohon cabai bisa berbuah, bentuk buahnya tidak bisa secara maksimal. Padahal padahal seharusnya tanaman cabai yang berusia 3,5 bulan ini sudah menghasilkan buah cabai yang sangat banyak. Namun hingga kini hanya sebagian kecil tanaman cabai yang mau berbuah.
“Kalau yang masih berbuah hasilnya gak maksimal, kalau gak kecil ya buahnya sedikit,” imbuhnya



















