Rudi menambahkan munculnya virus Gemini yang menyerang tanaman cabai ini sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Biasanya ditandai dengan pohon yang mengerdil, ditambah daun yang mulai keriting dan berwarna kuning.
Baca Juga :Hari Jadi ke 528 Pemkab Ponorogo Gelar Kesenian “Serenade Langit Tembaga”
“Kalau sudah terkena virus Gemini, 85 persen gak selamat atau bisa bisa gagal panen,” paparnya.
Untuk mengantisipasi kerugian semakin besar, Rudi dan para petani cabai lainnya lebih memilih menyulam lahan dengan tanaman jagung. Kendati harga jagung saat ini anjlok, namun paling tidak mampu menutupi kerugian akibat gagal panen.
“Jik normalnya tanaman cabai di satu kotak sawah bisa memanen 25 kilogram setiap seminggu sekali, sejak terkena virus paling 2 sampai 3 kilogram saja,” pungkasnya.



















