Dalam waktu dekat GPM diadakan pada sejumlah wilayah untuk pengendalian inflasi. Menurutnya, ada dua titik yang disasar untuk pelaksanaan GPM yakni di Kecamatan Sendang dan satu wilayah lainnya di Tulungagung Selatan.
“Ada tim teknis kami yang melakukan survey harga bapok pada setiap wilayah di Tulungagung mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok. Hasilnya harga bapok pada dua wilayah itu cukup tinggi,” ungkapnya.
Hari menjelaskan, lokasi pelaksanaan GPM bisa saja berubah sesuai perubahan harga pangan di lapangan. Karena itu monitor secara berkelanjutan dilakukan untuk mencermati perkembangan hasil survei selama beberapa hari kedepan.
Baca Juga :Mantan Napi Korupsi Edarkan Upal, Wakapolres Blitar Kota: Barang Bukti Disita Rp 10 Juta
Pada pelaksanaan GPM nantinya, beras akan menjadi komoditas utama yang disalurkan oleh Pemkab Tulungagung dan dijual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Penjualan beras sesuai harga HET ini minimal diharapkan bisa menekan harga beras agar tidak terus menerus naik atau bahkan bisa turun.
“Lokasi itu belum fix, masih bisa berubah jika terjadi perubahan hasil survey. Sesuai prinsip ekonomi, kalau pasokan ditambah melalui GPM, maka harga harusnya bisa turun karena kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.



















