Pasalnya, air sendiri bersifat konduktor, dimana jika terdapat benda asing pada jaringan listrik, tentunya akan berakibat sangat fatal terhadap jaringan listrik itu.
“Apalagi kalau layang-layang ini tersangkut pada saluran transmisi pada gardu induk dengan tegangan 70 KVA, karena jika sampai mengenai itu, imbasnya bisa terjadi pemadaman satu kota,” ungkapnya.
Kasus layang-layang tersangkut ini, jelas Resma, mayoritasnya terjadi pada layang-layang dengan dimensi yang besar seperti layang-layang gapangan dan lain-lain.
Baca Juga : Barong Sewu dan Pekan Budaya Ditunda, Ini Kata Bupati Kediri
Layang-layang ini juga dianggap berbahaya karena memiliki aseksoris berupa lampu dan baterai, sehingga jika mengenai jaringan bisa berakibat fatal.
Demi mencegah terjadinya pemadaman akibat layang-layang, pihaknya meminta agar masyarakat tidak menerbangkan layang-layang dekat dengan jaringan listrik.
Selain itu, saat bermain layang-layang juga jangan ditinggal tanpa diawasi, karena layang-layang tersebut bisa saja jatuh menimpa jaringan listrik.
“Apalagi yang memiliki aseksoris lampu, kalau sampai jatuh mengenai jaringan listrik, bisa mengakibatkan pemadaman skala besar,” pungkasnya.(sho)
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Irwan Maftuhin



















