“Kemudian akses antarkecamatan seperti Trenggalek-Bendungan dan Kampak-Munjungan juga berisiko terdampak tanah longsor, sedangkan ruas Kelutan, Tamanan, Wonocoyo, dan Gandusari memiliki potensi banjir,” imbuhnya.
Menyikapi itu pihaknya mengambil langkah sedini mungkin dengan mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai langkah antisipasi dampak bencana hidrometeorologi.
Alat-alat itu mencakup kendaraan bermotor, jas hujan, water barrier, traffic cone, gergaji mesin, alat pemadam api ringan dan mobil derek.
Baca Juga :Populasi dan Ketersediaan Ternak hingga Akhir Tahun di Kabupaten Kediri Mencukupi
“Persiapan ini dilakukan agar kami dapat merespon dengan cepat jika terjadi bencana yang berdampak pada akses lalu lintas. Tentunya dalam pelaksanaannya kami juga bersinergi dengan instansi lain,” ujarnya.
Dengan persiapan matang ini, pihaknya berharap penanganan darurat di wilayah Trenggalek dapat berjalan lancar dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih waspada selama musim hujan, terutama saat berkendara.
Baca Juga :Gantikan Tri Rismaharini, Saifullah Yusuf Dilantik Sebagai Menteri Sosial
“Gunakan jas hujan yang aman agar tetap terlindungi dan nyaman saat berkendara. Selalu berhati hati dan waspada,” pungkasnya.



















