Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Hutan jati milik Perhutani seluas tiga hektare kebakaran, Senin (16/9/2024) malam.
Baca Juga :Aksi Badut di Depan Kejari Jombang, FRMJ Kritik Lambatnya Penegakan Hukum
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu, tapi kebakaran mengkhawatirkan warga setempat lantaran api mendekati pemukiman warga.
Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, kejadian itu terjadi di Petak 42 G2, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gondang, sekitar pukul 19.00 WIB.
Lokasi kebakaran tersebut masuk di wilayah Desa Notorejo, Kecamatan Gondang Tulungagung. Setibanya petugas di TKK, petugas Damkar dibantu Perhutani, TNI/Polri, dan relawan.
Baca Juga :Siraman Gong Pradah di Alun-alun Lodoyo, Warga Berebut Cipratan Air Berkah
“Lahan yang terbakar sangat luas, sehingga proses pemadaman dilakukan secara gotong royong dengan petugas gabungan meliputi, Perhutani, Dinas Kehutanan, TNI/Polri dan relawan,” kata Bambang Pidekso, Selasa (17/9/2024).
Proses pemadaman menggunakan satu unit mobil damkar serta secara manual (Digepyoki) oleh petugas dan relawan. Karena jauh dari sumber air, Damkar membawa dua truk tangki suplai air untuk membantu pemadaman.
Mobil damkar hanya mampu memadamkan api di lahan yang masih bisa dijangkau. Sedangkan lokasi yang terjal dan jauh dari jangkauan mobil damkar dipadamkan secara manual.
Baca Juga :Cari Keadilan dan Kepastian Klaim Tanah Sepihak, Dilaporkan Pencemaran Nama Baik
“Untuk yang bisa dijangkau kami semprot, kalau yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan seperti titik api, proses pemadaman dengan cara manual,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, upaya pemadaman berlangsung semakin dramatis ketika api mulai menjalar hingga hampir mendekati area perkampungan warga yang dekat dengan lahan tersebut. Beruntung, api bisa dipadamkan sebelum menyambar area perkampungan warga di radius 50 meter.
Baca Juga :KPU Kabupaten Kediri Masih Temukan Data Pemilih Ganda
Petugas belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran ini. Sementara ini, dia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.
“Api yang membakar lahan hutan itu diketahui sudah dalam kondisi membesar, jadi belum diketahui penyebabnya. Karena lahan hutan saat ini dalam kondisi kering, akan sangat mudah terbakar, jadi kami harap semua pihak untuk berhati-hati saat beraktivitas di hutan,” pungkasnya.



















