Menengok Sederet Terobosan Kebijakan Trenggalek hingga Antarkan Raih Penghargaan KLHK

Menengok Sederet Terobosan Kebijakan Trenggalek hingga Antarkan Raih Penghargaan KLHK
Pemkab Trenggalek saat meraih penghargaan (dok kominfo)

Baca Juga :Ditetapkan Tersangka Korupsi Senilai Rp 721 Juta, Kades Tambakrejo Ditahan di Lapas Kelas IIB Tulungagung

Skema anyar itu dinilai dapat menambah fiskal kabupaten, namun disisi lain tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Bapak bupati juga mempersiapkan diri era new ekonomi, dimana perdagangan karbon itu sudah menjadi satu trend yang normal di seluruh belahan dunia,” jelasnya.

Read More

“Saat ini kita mengukur gas rumah kaca kita. Kemudian kemampuan serap karbon kita. Dan menyiapkan perangkat pendukungnya seperti BUMD,” sambungnya.

Baca Juga :Tendangan Bebas Ze Valente Pastikan Kemenangan Persik, Ini Kata Marcelo Rospide

Fokus kelestarian lingkungan ini, lanjut Muyono, dikerjakan secara keroyokan, tidak hanya mengandalkan stakeholder teknis di bidangnya. Misalnya di sektor perhubungan ada Mobility Hub yang dihubungkan ke halte-halte pintar (Smart bench).

Pergerakan poin to poin didorong menggunakan mode transportasi umum di padu dengan transportasi sepeda di setiap rest area serta jalur sepeda dilakukan untuk mengurangi emisi gas karbon.

“Kemudian dalam menjaga kualitas udara dan sumber mata air, Trenggalek mempunyai regulasi yang sangat menarik. Kompensasi atas gas karbon yang dikeluarkan lewat penanaman pohon,” urainya.

Baca Juga :Proyek P3-TGAI di Desa Sendangbumen Nganjuk Diduga Dikontraktualkan

“Itu juga berlaku ke bupati maupun jajaran dan karena bupati aktivitasnya tinggi maka kompensasi bibitnya semakin banyak. Kemudian bibit-bibit itu ditanam guna menjaga kualitas udara, tanah maupun sumber-sumber air,” jelasnya.

Alhasil, Kabupaten Trenggalek-pun masuk 10 besar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) di Jatim. Dia menyebut kualitas udara di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek sangat baik karena bisa menekan gas efek rumah kaca.

Selain itu, kata Muyono, Trenggalek juga bisa memanfaatkan pengelolaan sampah dan memanfaatkan gas metannya dengan baik sehingga tidak terbang ke udara, namun ditangkap dan dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga :Ribuan Kotak Suara untuk Pilkada 2024 Tiba di KPU Jombang

Terobosan kebijakan itulah yang mengantarkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan DPRD Trenggalek periode 2019-2024 mendapatkan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra, kategori kabupaten sedang terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan daerah tahun 2023.

Penghargaan itu diserahkan Menteri LHK, Siti Nurbaya di Auditorium Dr. Ir. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementrian KLHK, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Baca Juga :Aksi Badut di Depan Kejari Jombang, FRMJ Kritik Lambatnya Penegakan Hukum

“Cita-cita ini semakin lengkap karena ada dukungan legislatif yang menyiapkan regulasi peraturan daerahnya. Makanya dalam penganugerahan ini, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek periode tahun 2023 juga mendapatkan penghargaan yang sama,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *