Lokasi pembakaran kayu itu hanya berjarak beberapa meter dari Pantai. Untuk menghangatkan badan juga membeli kopi di warung tak jauh dari pantai. “Sempat membeli kopi. Biasa kan anak muda, seraya menunggu momen matahari terbit,” katanya.
Karena matahari belum terbit, Lingga Disavon dan Man Gala Sivali memutuskan untuk mandi di laut. Keduanya pun copot baju. Awalnya tampak aman saja tapi selama ini pantai laut Selatan terkenal dengan keganasan ombaknya.
Karena tak dibatasi dengan teluk. Benar saja, terlalu asyik mandi, keduanya pun tenggelam dan terbawa arus bawah laut yang deras. “Awalnya hanya dua yang mandi,” jelasnya.
Mengetahui keduanya tenggelam dan teriak minta tolong terbawa arus, keempat temannya yang berada di bibir pantai spontan menolong. Tetapi rekannya sempat terbawa arus. Setelah berjuang keras, Lingga Disavon berhasil diselamatkan.
Baca Juga :Gelar Konsolidasi Pemenangan Paslon Maidi-Panuntun, PSI Targetkan Kemenangan 55-60 Persen
Sementara Man Gala Sivali tak bisa diselamatkan terseret ombak dan belum ditemukan hingga kini.
Rekannya yang selamat pun spontan meminta pertolongan kepada Budiono yang juga pengelola atau penjaga pantai. Budiono menggunakkan pelampung. Sayang, meski sudah berusaha sekuat tenaga Man Gala tak bisa diselamatkan.
“Ada juga nelayan yang kebetulan melaut yakni Padi dan Nardi. Sempat berusaha menolong. Tetapi saat itu arus deras dan ombak besar dan kondisi air sedang pasang, perahu tak bisa mendekat,” tambahnya.
Tak membuahkan hasil, akhirnya nelayan dan warga melaporkan kejadian ke kantor polisi dan diteruskan ke Basarnas di Trenggalek. Selain itu juga koordinasi dengan BPBD Kabupaten Blitar dan Petugas Keamanan Laut Terpadu atau Kamladu di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto.
Baca Juga :Jalin Silaturahmi Lewat Khutbah Jumat dan Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tahun Politik
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyisir Lokasi maut. Tetapi keberadaan 1 pelajar belum ditemukan.
“Masih dilakukan pencarian,” pungkasnya.



















