Menurut Slamet, atribut maupun bentuk dukungan paslon yang dimaksud seperti menggunakan kaos gambar salah satu paslon, maupun banner salah satu paslon yang dipasang pada lapak mereka.
Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kegiatan CFD yang berlangsung tidak dianggap untuk mendukung paslon tertentu.
Baca Juga :Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Jamaah PMJ Berduka, Gus Lik Meninggal Dunia
“Kegiatan CFD ini sudah berjalan jaug sebelum mereka (paslon) mencalonkan diri. Kami juga tidak ingin jika kegiatan CFD ini disebut-sebut mendukung paslon tertentu dan dianggap tidak netral,” ungkapnya.
Atas kondisi ini, jelas Slamet, pihaknya sudah menyampaikan himbauan ini kepada paguyuban pedagang yang berjualan saat pelaksanaan CFD berlangsung.
Bahkan pihaknya tidak akan segan untuk memberikan sanksi berat bagi para pedagang yang kedapatan melanggar himbauan tersebut.
Pasalnya, sanksi yang diberikan oleh pihak Dinkop-UM tentunya tidak main-main yakni dengan mengeluarkan pedagang tersebut dari kegiatan CFD dan tidak memperbolehkan pedagang tersebut untuk berjualan lagi.
Menurutnya, pihaknya hanya ingin kegiatan CFD yang di Tulungagung murni untuk kegiatan perekonomian saja.
Baca Juga :Jalin Silaturahmi Lewat Khutbah Jumat dan Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tahun Politik
“Tujuan kegiatan CFD di Tulungagung itu selain untuk berolahraga dan terbebas dari polusi udara, juga untuk perekonomian karena memang perputaran ekonominya sangat masif. Nah kami tidak ingin kegiatan ini berubah makna dan tercampur kegiatan politik,” pungkasnya.



















