Kediri, SEJAHTERA.CO – Bukan hal mudah masuk Satgas Garuda Bhayangkara FPU 6 MINUSCA . Itulah kata yang diucapkan Aderay Putra Perdana, personel Polres Kediri Kota yang terpilih untuk berangkat menjalankan misi perdamaian PBB di Bangui Afrika Tengah.
Lelaki asal Jalan PG Mrican Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri itu menjalani seleksi dengan memakan waktu cukup panjang, dan menguras banyak tenaga hingga pikiran.
Rizky Rusdiyanto – Kediri
Pria disapa akrab Putra itu tampak memakai kaos hitam sambil berbincang santai. Beberapa kali pun ponselnya sempat berdering, wajar saja sang ayah pun menanyakan tentang kesiapannya untuk berangkat di Jakarta.
“Ini barusan selesai pangkas rambut. Mau berangkat ke Jakarta buat persiapan berangkat ke sana (Bangui Afrika Tengah),” ucapnya.
Baca Juga :Tangkap Ular Piton Besar Mangsa Tiga Ekor Ayam Warga Grogol Kediri
Dia kemudian menceritakan tentang terpilihnya menjadi Satgas Garuda Bhayangkara FPU 6 MINUSCA sekaligus salah satu polisi yang mewakili Polres Kediri Kota.
Awalnya, Putra sudah lama ingin mendaftar sebagai pasukan perdamaian From Police Unit karena menjadi salah satu cita-citanya sebagai anggota polri.
“Yang jelas ngin mengembangkan potensi diri saya. Penugasan lainnya banyak di brimob, kalau di polisi umum jarang. Jadi kesempatan ini hanya ada di FPU,” katanya.
Baca Juga :Pertamina Suplai 29.000 Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Kediri
Dalam perjalanan seleksi perekrutan pasukan perdamaian itu bukanlah hal yang mudah bagi berpangkat Brigpol ini. Sebab, dia harus bersaing sekitar 1000 anggota Polri yang mengikuti seleksi.
Namun, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan tes sudah melakukan persiapan salah satunya adalah fisik. Menurutnya, seleksi yang dijalankan terdiri dari kemampuan, bahasa, jasmani, hingga menembak.
Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama dan menguras banyak tenaga, Putra mampu menuntaskannya dengan baik.
Baca Juga :Sosok Abdul Ghoni, Cawabup Blitar Dampingi Mak Rini Kenyang Organisasi



















