Brigpol Aderay Putra Perdana, Satu-satunya Polisi yang Berangkat Misi Perdamaian Afrika, ini Kisahnya

Brigpol Aderay Putra Perdana, Satu-satunya Polisi yang Berangkat Misi Perdamaian Afrika, ini Kisahnya
Brigpol Aderay Putra Perdana saat menjalani pendidikan sebelum berangkat ke misi perdamaian PBB (istimewa)

“Dari tes itulah, dipilih jadi 140 tim. Alhamdulillah saya satu-satunya anggota Polri yang mewakili Polres Kediri Kota,” kenangnya sembari mengingat ketika menjalankan seleksi.

Lelaki berusia 28 tahun ini merasa tidak menyangka bisa terpilih untuk bergabung pasukan perdamaian. Baginya, hal itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena berkat doa dan usahanya.

Apalagi, istri beserta kedua orang tuanya sangat mendukung penuh apa yang menjadi keinginannya.

Read More

Walaupun sudah terpilih, Putra dan rekannya saat ini masih melakukan pendidikan di Pusat Misi Internasional Polri di Tangerang selama 7 bulan.

Baca Juga :Ketua DPRD Trenggalek Dorong Percepatan Penegakan Hukum Kasus Santriwati Hamil di Lingkungan Ponpes

Sedangkan, misi yang menonjol adalah segala aspek mulai dari pemberangkatan, fisik, kemampuan individu, dan tim.

“Di Jawa Timur ada enam orang terpilih termasuk saya. Ini adalah salah satu prestasi bagi saya yang mungkin tidak dimiliki semua anggota polri,” ujar Brigpol Putra.

Di sisi lain, hal terberat bagi polisi yang berdinas di satuan lalu lintas itu harus rela meninggalkan istri dan orang tuanya demi menjalankan misi perdamaian PBB selama satu tahun.

Baca Juga :KPU Kota Kediri Berharap Pelaksanaan Kampanye Sesuai Deklarasi

Dia akan berangkat menjalani misi di Bangui Afrika Tengah mulai bulan Oktober 2024 hingga Oktober 2025 mendatang. Pastinya, ada rasa rindu bagi dirinya untuk berkumpul bersama keluarganya.

“Komunikasi dengan keluarga dari sana kesini mungkin tidak sebagus disini. Setidaknya bisa lah, meski agak susah,” tambahnya.

Dia menyebut, situasi di misi perdamaian tentu berbeda dengan tempat kelahirannya. Bisa dibilang, wilayah tersebut (Bangui Afrika Tengah) rawan adanya konflik dan banyak resiko.

Baca Juga :Datangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar, Massa Bawa Berkas Dugaan Korupsi

Meski begitu, dirinya siap menanggung resiko yang ada karena merupakan tugasnya untuk membawa misi perdamaian. Apalagi, ia dan timnya sudah memetakan tentang bagaimana situasi di sana.

“Yang jelas saya minta doanya semoga nanti menjalankan tugas misi perdamaian disana bisa berjalan lancar, diberikan kesehatan, dan keselamatan,” harap Aderay Putra Perdana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *