Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo selama dua hari terakhir, tidak serta merta membuat BPBD Ponorogo menghentikan droping air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Baca Juga :Bayi Tas Kresek Dibuang di Pekarangan Warga Blitar Sudah Meninggal, Ada Luka Bekas Kuku
Bahkan hujan yang terjadi di akhir September ini tidak berdampak banyak pada wilayah yang mengalami kekeringan di Kabupaten Ponorogo. Jumlah wilayah yang kesulitan air bersih malah bertambah meluas.
Sekretaris BPBD Kabupaten Ponorogo, Agung Prasetyo mengatakan, kondisi hujan dua hari terakhir di Bumi Reyog terjadi tidak merata kesemua wilayah. Rata – rata yang diguyur hujan adalah wilayah yang tidak mengalami kekeringan.
Baca Juga :KPU Jombang Siap Gelar Kirab Maskot Pilkada 2024 di 21 Kecamatan
“Hujan dua hari terakhir masih belum merata, masih di kawasan yang tidak mengalami kekeringan, seperti Ponorogo kota, Kecamatan Jenangan, dan wilayah Ponorogo Timur,” ungkap Agung, kepada wartawan, Jumat (27/9/2024).
Agung juga menjelaskan jika wilayah terbaru yang mengalami kekeringan yakni di Dusun Guyangan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung. Ada 50 KK, 137 jiwa yang membutuhkan suplai air bersih dari BPBD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



















