Dugaan Kekerasan Oknum Guru pada Pelajar Kabupaten Blitar, Korban Tertusuk Paku Sedalam 2,8 Sentimeter

Dugaan Kekerasan Oknum Guru pada Pelajar Kabupaten Blitar, Korban Tertusuk Paku Sedalam 2,8 Sentimeter
MKKA, korban kekerasan ketika bersama adik dan neneknya. (aziz/sejahtera.co)

“Dokter sudah curiga. Kalau kejatuhan kayu tidak mungkin. Pasti ada sesuatu, seperti dilemparkan atau dipukulkan. Ini melihat dari posisi lukanya,” katanya.

Setelah ditelusuri, dia menerima kabar jika ada dugaan tertusuk paku karena dilempar kayu. Ada sejumlah pihak yang menyarankan untuk melapor polisi. Tetapi karena selama ini korban tinggal bersama neneknya, neneknya tak bisa berbuat banyak.

“Saya akui ibu wong deso. Takut kalau berurusan akhirnya saat itu menerima sebagai musibah biasa,” katanya.

Read More

Saat ini, pihaknya pun menunggu proses lebih lanjut.

Baca Juga :KPU Jombang Siap Gelar Kirab Maskot Pilkada 2024 di 21 Kecamatan

Seperti diketahui, kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Pelajar MTs tewas usai dilempar kayu berpaku dan menancap di kepala.

Informasi yang berhasil dihimpun kejadian sekitar seminggu lebih. Hanya saja baru tercium warga beberapa hari lalu. Polisi pun akhirnya bergerak dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Mulai pengurus sekolah, oknum guru hingga keluarga korban. Termasuk rumah sakit yang menangani.

Baca Juga :Masa Kampanye, Ratusan Baliho Petahana di Kabupaten Blitar Mulai Diturunkan

Korban dugaan kekerasan itu adalah K (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sementara oknum guru adalah U, yang sehari-hari mengajar di MTs swasta plus di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok. MTs ini adalah sekolah favorit yang dikelola oleh sebuah yayasan.

Penganiayaan itu berawal pada ketika oknum guru mendapati korban yang masih nongkrong, beberapa teman bermain badminton dan berkegiatan lain. Padahal saat itu sudah waktunya salat Dhuha.

Awalnya diminta beranjak tetapi tak direspons, akhirnya oknum guru emosi. Puncaknya spontan melempar kayu dan mengenai kepala korban. Fatalnya kayunya ada paku.

Baca Juga :Tak Tampung PPDB, Komisi C DPRD Kota Batu Berikan Perhatian Pemberlakuan Jalur Zonasi hingga RW

Begitu mendapati korban tak bergerak, sejumlah siswa lain panik. Oleh guru dan pengurus sekolah dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar. Tetapi ternyata karena parah, angkat tangan. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, dirujuk ke RSUD di Kabupaten Kediri. Tetapi ternyata nyawanya sudah tak tertolong.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *