“Jadi ketika kita menemukan yang aneh, kemudian diagnosanya pasti, semakin mudah dilakukan rekonstruksinya. Dan kualitas hidup, kepercayaan diri dan masalah-masalah lainnya dapat diatasi. Rekonstruksi itu bukan sesuatu yang menakutkan,” tutupnya.
Kita ketahui bahwa kasus kanker payudara menempati urutan kedua terbanyak kasus kanker di seluruh dunia dengan perkiraan 2,3 juta kasus baru pada tahun 2022 berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh A cancer Journal for Clinicans pada tahun 2024.
Baca Juga :Pj Walikota Batu Berikan Hadiah Umroh ASN yang Mampu Jawab Cepat Soal Tema HUT Kota Batu
Bagi pasien kanker payudara, tatalaksana operasi dan pasca operasi menjadi sangat penting bagi peningkatan quality of life pasien.
Diketahui rekonstruksi payudara adalah prosedur medis yang telah mengalami banyak perkembangan inovatif dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam membantu pasien yang menjalani mastektomi.
Topik ini sangat relevan, mengingat semakin banyaknya wanita yang mengalami kanker payudara dan memerlukan opsi rekonstruksi yang aman dan efektif.
Kegiatan Grand Lecture, Live Surgery dan Workshop Cadaveric ini menyediakan kesempatan bagi para klinisi, dokter, perawat dan mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan Prof. Sinikka.
Hal ini tentu saja akan menambah wawasan dan pengetahuan untuk mendapatkan informasi mendalam dan memahami lebih jauh tentang perkembangan terkini dalam dunia rekonstruksi payudara.
Baca Juga :Jukir Tewas Minum Alkohol Medis, BPOM Tulungagung: Ingatkan Bahaya Kandungan Metanol
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi kita semua, serta mendorong kolaborasi dan pertukaran informasi antara para profesional medis terkait dan akademisi. Selain itu, kegiatan lecture ini dapat bermanfaat bagi masyarakat awam terutama cancer survival dan keluarganya,” jelasnya.



















