“Kalau bisa keseluruhan bangunan dibangun ulang, nah membangun ulang perlu ada kajian selain dana juga perlu tim ahli untuk menganalisa kondisi tanah tersebut yang kabarnya labil,” tegasnya.
Baca Juga :Diduga Korsleting, Kandang Sapi Warga Desa Susuhbango Terbakar
Diperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ulang SDN 2 Karangpatihan Pulung, sekitar Rp 1,2 miliar hingga Rp2 miliar untuk 6 ruang kelas. Sementara jika diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) akan sulit, lantaran jumlah murid yang tidak memenuhi syarat.
“Untuk dapat DAK minimal jumlah muridnya 60 siswa, kalau saat ini dari kelas 1 sampai 6 hanya ada 57 siswa, jadi kurang. Makanya harapannya nanti di APBD 2025,” pungkasnya.
Baca Juga :Atasi Kesulitan Air Bersih, Pemprov Jatim Salurkan Ratusan Rit Air ke Blitar
Sekadar informasi 3 ruang kelas di SDN 2 Karangpatihan Pulung terpaksa dikosongkan karena mengalami kerusakan. Akibatnya 2 kelas yakni kelas 2 dan 3 terpaksa dipindah di ruang kelas darurat yang terbuat dari kalsiboard dan asbes. Bahkan masjid di sekitar pun digunakan kelas darurat.



















