Bocah Kediri Tenggelam Ditemukan 3 Jam usai Pamit Memancing

Bocah Kediri Tenggelam Ditemukan 3 Jam usai Pamit Memancing
Kepala Desa Mojoayu Yosi Mardiana saat menunjukkan surat pernyataan dan tanda tangan bermaterai dari pihak keluarga korban. (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Dua bocah laki-laki ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sungai wilayah Dusun Mojoayu Kulon, Desa Mojoayu, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Senin (7/10/2024). Kedua jenazah bocah langsung dilakukan pemakaman di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Baca Juga :Bikin Onar, Satreskrim Polres Jombang Amankan Sejumlah Anggota Geng Remaja

Kedua bocah yang ditemukan meninggal dunia di sungai itu diketahui bernama Mohammad Nauval Raiyan (5) dan Furqon Al Fajar (5). Kejadian tersebut membawa duka mendalam bagi kedua orang tua korban maupun warga setempat. Terlebih, keduanya masih duduk di bangku kelas TK B di Yayasan Mihfarul Ulum Mojoayu Plemahan.

Read More

Kepala Desa Mojoayu, Yosi Mardiana menceritakan terkait kejadian tersebut. Awalnya, kedua bocah itu berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi memancing ikan sebentar di pinggir sungai yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB.

Karena pamitnya sebentar dan tidak kunjung kembali ke rumah, kedua orang tuanya yang merasa curiga bergegas mencari Nauval dan Furqon, tetapi belum membuahkan hasil.

Baca Juga :Pamit Mancing, Dua Bocah TK Asal Kediri Ditemukan Meninggal di Sungai 

Selanjutnya, warga turut melakukan pencarian hingga kemana-mana. Bahkan, mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat lantaran keberadaan dua bocah tersebut belum ditemukan.

“Lalu warga dan keluarga korban mencarinya di sekitar sungai. Dari situlah merasa curiga karena melihat tempat makan untuk mancing berada di pinggir sungai tempat dimana Naufal dan Furqon memancing,” katanya, saat ditemui Koran Memo di rumahnya, Senin (7/10/2024) malam.

Yosi menyebut, keberadaan dua bocah yang duduk di bangku TK B ini akhirnya ditemukan oleh masyarakat di sungai pada pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :Nurochman – Heli Komitmen Majukan Pariwisata Berbasis Konservasi di Kota Batu

Namun, kondisinya Naufal dan Furqon sudah meninggal dunia dalam satu tempat atau saling berdekatan di sungai yang tidak jauh dari lokasi keduanya memancing.

Selanjutnya, warga pun langsung melakukan evakuasi terhadap kedua bocah tersebut dan kejadian dilaporkan ke pemerintah desa setempat.

“Kalau kondisi sungai saat masyarakat mencarinya tidak terlalu dalam, apalagi ada pasirnya. Airnya juga mengalir biasa dan tidak deras,” ucapnya.

Dia bersama perangkat desa setempat langsung menuju ke lokasi kejadian dan rumah duka setelah menerima informasi dari warganya.

Baca Juga :Jelang Pilkada 2024, Polisi Perketat Gudang Logistik KPU Kabupaten Kediri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *