Akan tetapi, pihak keluarga meminta kepadanya agar jenazah Nauval dan Furqon segera disucikan dan dimakamkan secara langsung.
Pada saat itu, Yosi mendengar apa yang disampaikan keluarga korban membuatnya menjadi terkejut karena kedua warganya meninggal dunia di sungai.
Selanjutnya, dirinya menyiapkan surat pernyataan bermaterai bahwa pihak keluarga korban benar-benar tidak mempermasalahkan atas kejadian tersebut maupun tidak ingin korban dilakukan otopsi.
“Namanya permintaan keluarga ya sudah, yang penting ada surat pernyataannya itu. Kedua pihak keluarga juga tidak ada yang saling menyalahkan,” tambah Kades Mojoayu.
Baca Juga :Buher Pamit, Tongkat Komando Kapolresta Malang Kota Resmi Dijabat Kombes Pol Nanang Haryono
Tak hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Polsek Plemahan. Yosi mengaku, telah menyampaikan terkait hal tersebut kepada pihak kepolisian. Salah satunya adalah permintaan dari pihak keluarga korban yang menginginkan agar jenazah bisa segera dimakamkan.
Apalagi, situasinya keluarga korban sedang berduka cita dan merasa kasihan karena kehilangan sosok kedua bocah yang berusia lima tahun tersebut sekaligus dikenal aktif di lingkungannya.
“Ini tadi Pak Bowo (Kapolsek Plemahan) telpon saya tanya terkait Itu (kedua bocah meninggal), lalu saya jawab kejadian itu benar. Saya sampaikan jika keluarganya minta untuk segera dimakamkan dan tidak ada menyalahkan siapa-siapa, Pak RT pun juga sudah tanda tangan bermaterai begitu pun keluarga, dan saya ketahui juga,” ungkapnya.
Baca Juga :Pemkot Sebut tidak Cukup Waktu, LSM Saroja Prihatin Pencairan Banmod Ditunda
Dia menambahkan, jenazah Naufal dan Furqon akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat pada pukul 17.00 WIB. Dilanjutkan tahlil 7 hari atau doa bersama-sama untuk kedua almarhum dilaksanakan di masjid dusun setempat.
Disinggung mengenai penyebab meninggalnya korban, ia belum mengetahuinya karena pada saat itu tidak ada orang alias saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
Namun, dirinya menyebut bahwa penyebab meninggalnya korban diduga karena tenggelam.
“Dugaan saya anak itu ambil ikan atau apa tidak tahu. Bisa jadi yang satu ada yang terjatuh dan ditolong, akhirnya ikut terjatuh hingga tenggelam,” ujarnya.
Baca Juga :Gadaikan Motor Tetangga untuk Judol, Kakek 67 Tahun di Malang Dibui
“Itu logika dan dugaan pribadi saya ya, namanya juga teman dan dimana pun berada, kedua anak ini selalu bersama-sama,” pungkas Yosi Mardiana.



















