“Saat para guru berteriak, saya sempat terbangun dan ternyata kita sudah dekat dengan rest area. Tetapi jalanan itu menikung, sedangkan kecepatan bus kami tidak berkurang,” ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, jelas Imron, bus yang ditumpanginya itu tiba-tiba terguling ke sisi kanan hingga bus itu baru berhenti usai menabrak beton pembatas jalan.
Baca Juga :Aksi Solidaritas Hakim Indonesia, Jadwal Sidang Dikosongkan Sepekan, Ini Kata Jubir PN Ponorogo
Pada saat itu, kesadarannya mulai pulih usai dirinya tertindih beberapa guru lainnya pascainsiden tergulingnya bus yang ditumpangi puluhan guru Smuked itu.
Menurut Imron, kondisi saat itu benar benar kacau dimana teriakan minta tolong oleh para guru di dalam bus itu semakin nyaring terdengar, sedangkan dirinya dalam kondisi tertindih.
Bahkan pihaknya sempat melihat adanya guru yang terlempar ke luar bus, sehingga dirinya segera membantu evakuasi para guru.
Baca Juga :Parkir Liar, Pemilik Kendaraan Ditilang Polres Kediri Kota
“Saya sadar itu sudah menghadap ke aspal dan posisinya tertindih, makanya punggung belakang bagian atas agak memar,” jelasnya.
Setelah tersadar, Imron menyebut, dirinya kemudian bergegas membantu evakuasi para guru dengan cara dibopong untuk dibawa ke pinggir jalan sembari menunggu datangnya bantuan.
Menurut Imron, saat itu dirinya menyelamatkan diri melalui kaca depan bus yang sudah pecah, sehingga dijadikan jalur evakuasi para guru.
Baca Juga :Jelang Pilkada 2024, Polisi Perketat Gudang Logistik KPU Kabupaten Kediri
Sampai titik itu, pihaknya tidak tahu sama sekali jika salah seorang gurunya yakni Titis Eswindro meninggal dunia usai mengalami insiden tersebut, mengingat korban duduk di kursi bus paling belakang.
Beberapa saat kemudian, petugas tol yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan pun tiba untuk memberikan bantuan.
Baca Juga :Empat Logistik Pilkada Datang, KPU Tulungagung: Beberapa Rusak dan Kurang
“Pada saat ada bantuan itu, akhirnya kami mengetahui jika pak Titis meninggal dunia, padahal beliau duduk di bangku paling belakang,” pungkasnya.



















