“Kemudian mengaktifkan juru pemantau jentik, advokasi lintas sektor, pemenuhan obat dan perbekalan Kesehatan untuk perawatan pasien DBD serta penyiapan fasilitas kesehatan baik faskes primer maupun rujukan. Termasuk pengasapan atau foging selektif,” imbuhnya.
Baca Juga :Harta Kekayaan Calon Bupati Jombang Capai Miliaran Rupiah, Siapa yang Unggul?
Pihaknya-pun mewanti-wanti masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi ditengah kondisi cuaca seperti saat ini.
Di antaranya adalah dengan mengenali gejala DBD, seperti gejala panas naik turun dalam satu minggu pertama, mual muntah disertai perdarahan di kulit juga bisa pada hidung, seperti mimisan, pada gusi dan selaput lendir lainnya.
Baca Juga :Warga Bandar Kidul Minta Lanjutkan Program Sebelumnya, Regina Bicara Kesehatan Ibu dan Anak
“Kalau berdasarkan kriteria usia yang terjangkit, 47 persen pada usia 15-44 tahun, 30,5 persen pada usia 5-14 tahun, 17,4 persen pada umur lebih dari 44 tahun. Sisanya diluar umur tadi. Untuk pasien yang meninggal alhamdulillah tidak ada,” pungkasnya.



















