Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 98 orang di Kabupaten Trenggalek diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi kotak dalam sebuah kegiatan keagamaan di Kecamatan Trenggalek.
Baca Juga :Tegaskan Netralitas dalam Pilkada, Pj Bupati Jombang Berencana Kumpulkan Seluruh Kades
Dari jumlah itu, tujuh di antaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Soedono Trenggalek, dan satu di antaranya meninggal dunia.
Termasuk Mistini, salah satu korban yang dilarikan ke rumah sakit bersama enam orang lainnya.
Mistini mengaku mengalami sakit perut hebat setelah menyantap makanan nasi kotak yang diberikan dalam kegiatan keagamaan itu.
“Saya merasa badan panas, muntah dan mengalami diare setelah makan nasi kotak itu,” kata Mistini, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga :Dinkes Catat Korban Diduga Keracunan Makanan di Trenggalek Capai 98 Orang
Peristiwa itu berawal saat Mistini bersama ratusan jemaah lainnya menghadiri sebuah kegiatan keagamaan di rumah seorang warga di Kecamatan Trenggalek. Awalnya semuanya berjalan lancar, hingga tiba pembagian nasi kotak serta jajanan.
“Sebagian jemaah memilih untuk mengonsumsi makanan itu ditempat dan sebagian lainnya memutuskan untuk membawa pulang,” imbuhnya.
Baca Juga :Kemarau Belum Ada Tanda-tanda Berakhir, BPBD Ponorogo Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih
Awalnya tak ada yang aneh saat para jemaah mengonsumsi makanan itu. Namun beberapa saat setelah mengonsumsi makanan itu, sejumlah jemaah mulai mengeluhkan gejala seperti sakit perut, diare, muntah-muntah dan demam. “Begitu juga yang saya alami,” ujarnya.
Namun Mistini terbilang kurang beruntung ketimbang para korban lainnya. Sebab dari 98 orang yang diduga mengalami keracunan berdasarkan data dinas kesehatan setempat, Mistini terpaksa harus menjalani perawatan medis secara intensif di rumah sakit.
Baca Juga :Budi Gunawan Dilepas, Presiden Joko Widodo Tunjuk Herindra Sebagai Kepala BIN
“Semoga saya lekas sembuh dan kembali seperti biasanya,” pungkasnya.
Sebelumnya sebanyak 98 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengikuti sebuah kegiatan keagamaan. Dari puluhan warga itu, sebanyak tujuh orang dilarikan ke rumah sakit dan satu diantaranya meninggal dunia.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Sebab kasus itu masih dalam pemeriksaan dan pendalaman petugas terkait.



















