Pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa itu masuk dalam sebuah peristiwa pidana atau tidak. Dia menyebut, tim saat ini masih terus bekerja untuk menguak fakta-fakta di lapangan sehingga peristiwa yang menyita perhatian banyak masyarakat itu dapat terungkap terang benderang.
Baca Juga :Operasi Zebra, Polres Blitar Terjunkan 64 Personel
“Selain itu, kami juga melakukan pemantauan sisa kondisi korban saat ini dan masih menunggu hasil laboratorium seperti apa. Kami masih bekerja untuk itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, dinas kesehatan setempat mencatat sebanyak 98 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pasca-menyantap nasi kotak dalam sebuah kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sebanyak tujuh orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Humas Rumah Sakit dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono menyebut, tujuh pasien itu masuk ke rumah sakit pada 11-12 Oktober dengan keluhan yang sama.
Baca Juga :Rumah dan Gudang di Ngasem Kediri Terbakar, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah
Yaitu sakit perut dengan kondisi diare, mual, muntah hingga badan lemas. Dari tujuh pasien itu, satu diantaranya meninggal dunia pada 14 Oktober 2024.
Namun Sudjiono belum bisa memastikan apakah meninggalnya pasien itu karena dugaan keracunan makanan, mengingat korban juga memiliki riwayat hipertensi yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya.
Baca Juga :Tujuh Warga di Trenggalek Diduga Keracunan Makanan, Satu Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
Sementara untuk pasien lainnya sudah diperbolehkan pulang. “Untuk pasien diduga keracunan makanan sudah pulang semua per hari kemarin,” pungkasnya.



















