Merujuk data terbaru pada 16 Oktober, sebanyak 69 desa di 14 Kecamatan mengalami kekeringan. Akibatnya, sebanyak 36.122 jiwa dari 15.050 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.
Petugas terus mendistribusikan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Baca Juga :Tambak Udang Seluas 9,5 Hektare di Trenggalek Disegel Satpol PP, ini Alasannya
“Kita telah distribusikan 1.344 kali tangki air bersih, 219 terpal, 236 tandon, 49 tandon lipat dan 820 jeriken,” ujarnya.
Ditinjau dari wilayah terdampak, Kecamatan Panggul terparah dengan jumlah 15 desa terdampak dari 17 desa di sana. Sementara untuk wilayah paling sedikit terdampak kekeringan ada di Kecamatan Kampak dan Munjungan dengan jumlah masing-masing satu desa.
“Untuk titik dan lokasinya pun berubah-ubah. Tahun lalu ada yang kekeringan, kemudian tahun ini tidak. Begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.



















