“Lha kami khawatir malah dituding mengada-ngada soal anggaran. E-sportnya tidak ada kok penyerapan anggarannya ada. Apa tidak bahaya bagi kami,” ujarnya.
Baca Juga :Puluhan Tahun Kaki Dirantai, Enam ODGJ di Blitar Dibebaskan
Yang paling ditakutkan, lanjutnya, bisa mempengaruhi mental para pemain. Apalagi saat ini tengah bersiap diri di kejurprov di Trenggalek. Para pemain down karena dianggap tak ada cabornya. “Mudah-mudahan tak terpengaruh,” imbuhnya.
Sementara itu di kejurprov di Trenggalek, cabor e-sport Kabupaten Blitar menurunkan 17 atlet dan target sapu bersih medali. 17 pemain turun di empat kategori, mobile legends, free fire, PUBG dan e-football.
Baca Juga :Jual Arbal Tanpa Izin Edar, Pemuda Asal Blitar Diringkus Polsek Ngunut, Begini Kronologinya
Sebelumnya, salah satu cabup Blitar berkomentar di media sosial. Itu saat menghadiri agenda lomba permainan online. Berkomentar di Kabupaten Blitar tak ada wadah e-sport.



















