Setelah kegiatan usai, terjadi bentrokan di luar area Stadion Rejoagung yang memicu kericuhan yang lebih besar.
“Akibatnya korban ada dua orang mengalami luka lebam, dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung. Keduanya hari ini sudah dipulangkan,” ungkapnya.
Baca Juga :Polres Blitar Kota Bongkar Tipu Modus Lunasi Utang Pinjaman Bank, Puluhan Nasabah jadi Korban
Kegiatan tersebut disebut polisi sudah mengantongi izin dari pihak kepolisian Polres Tulungagung. Beberapa anggota sempat disiagakan pada lokasi.
Sesuai izinnya, kegiatan tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi anggota kelompok perguruan yang berasal dari Kabupaten Tulungagung saja.
Namun, ternyata massa yang hadir tidak hanya dari Kabupaten Tulungagung, melainkan juga dari luar kota termasuk Kediri, Nganjuk, dan Trenggalek.
Baca Juga :Hari Sumpah Pemuda, Polres Ponorogo Gelar Sunatan Massal Gratis
Pasca kejadian, petugas Polres Tulungagung masih melakukan patroli di lokasi sembari mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
“Proses penyelidikan masih terus dilakukan, kami juga sedang mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, kalau sudah siap akan kami sampaikan,” pungkasnya.
Baca Juga :KPU Ponorogo Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara, Libatkan 140 Petugas Berpengalaman
Berdasarkan video pendek yang beredar di media sosial, ribuan anggota kelompok perguruan silat terlibat bentrokan di sepanjang jalan pahlawan depan Stadion Rejoagung Tulungagung. Bahkan pada video lainnya, sejumlah anggota perguruan silat melakukan penyerangan terhadap pemuda yang berada di warung kopi.



















