Pencuri Uang Modus Pecah Kaca Dilumpuhkan Polres Tulungagung

Pencuri Uang Modus Pecah Kaca Dilumpuhkan Polres Tulungagung
Pelaku KSY (37) saat diamankan petugas Polres Tulungagung atas kasus pencurian dan pemberatan (Curat) dengan modus pecah ban.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Salah seorang pelaku pencurian dan pemberatan (Curat) berinisial KSY (37) warga Kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar, Kota Jakarta Timur diringkus Polres Tulungagung, Senin (28/10/2024). Pasalnya, lelaki tersebut kedapatan terlibat kasus curat dengan modus pecah ban mobil untuk mencuri barang berharga korbannya.

Baca Juga :Pecah Ban, Pikap dan Mobilio Kecelakaan Tol Jombang-Mojokerto, Enam Orang Luka-Luka

Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, Senin (9/9/2024) petugas menerima laporan terkait adanya pencurian di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Korbannya adalah Arif Saputra (32) warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Read More

Berdasarkan laporan, saat itu korban baru saja menyeberang tambangan di Kecamatan Ngunut dan secara tiba-tiba mengalami pecah ban. Korban lantas turun dari mobilnya dan hendak mengganti ban yang pecah, dan saat itulah pelaku mulai beraksi dengan mencuri barang berharga korban.

“Setelah menerima laporan itu, petugas Satreskrim Polres Tulungagung kemudian melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Senin (28/10/2024).

Baca Juga :Ngaku Kader, Nyatakan Dukung Paslon Lain, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kediri Tanggapi Santai

Selama proses penyelidikan, ungkap Taat, petugas Satreskrim Polres Tulungagung akhirnya berhasil melakukan profilling terhadap pelaku curat dengan modus pecah ban tersebut. Akhirnya, Sabtu (21/9/2024) kemarin, pelaku KSY akhirnya diamankan petugas di tepi jalan masuk Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut.

Pada saat diamankan, pelaku sempat melawan petugas, sehingga petugas Satreskrim Polres Tulungagung terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanannya. Pelaku kemudian dibawa ke Kantor Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan atas aksi curat dengan modus pecah ban yang dilakukannya itu.

“Selama beraksi, pelaku berhasil menggasak uang tunai senilai Rp 71 juta dari dalam mobil korban, dimana aksinya itu dilakukan saat korban lengah,” ungkapnya.

Baca Juga :Kapasitas Kendaraan Melintas di Jembatan Semampir Dibatasi, Ini Penjelasan Kasat Lantas Polres Kediri Kota

Taat menyebut, pelaku ditemani keempat temannya. Mereka berkomplot untuk melakukan curat dengan modus pecah ban itu. Inisial anggota komplotan, yakni PSW (27) warga Sumatera Selatan yang berperan sebagai joki saat aksi pencurian itu.

Kemudian FS (51) yang berperan sebagai pengawas, lalu ada RNP (26) berperan sebagai penusuk ban, serta ada YS (23) yang saat itu berperan sebagai joki. Diketahui, ketiga pelaku ini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sedangkan untuk pelaku PSW sudah diamankan Polresta Blitar.

“Jadi total ada lima orang pelaku, dua orang sebagai joki, satu orang pengawas, satu orang sebagai pelaku penusuk ban dan peran pelaku KSY ini sebagai eksekutor untuk mengambil barang berharga korban,” ujarnya.

Baca Juga :Peringati Hari Sumpah Pemuda, Jaga Semangat Kebhinekaan dan Kebersamaan

Pelaku bersama keempat rekannya mengincar korban yang mengendarai mobil secara acak. Saat berada di timbangan penyeberangan Ngunut, para pelaku akhirnya berhasil mengincar salah satu korban yang membawa banyak uang.

Setelah keluar dari area timbangan penyeberangan, pelaku akhirnya menusuk ban mobil korban yang kemudian pelaku membuntuti mobil korban sampai korban berhenti untuk mengganti ban. Pada saat korban berhenti, pelaku KSY kemudian beraksi untuk menggasak uang yang ada di dalam mobil korban tersebut.

“Dari keterangan pelaku, uang Rp 71 juta itu dibagi lima, dimana dirinya mendapatkan uang senilai Rp 13 juta. Pelaku melubangi ban belakang sebelah kiri, sehingga pelaku bisa beraksi dengan masuk pintu depan sebelah kanan,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *