BPBD Kota Batu Mulai Deteksi Dini Bencana Banjir Bandang

BPBD Kota Batu Mulai Deteksi Dini Bencana Banjir Bandang
Petugas BPBD Kota Batu saat melakukan pembersihan lokasi jalur banjir bandang.(arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Memasuki musim penghujan, deteksi dini pencegahan banjir bandang dan luapan mulai dilakukan dinas terkait. Jika sebelumnya DPUPR telah melakukan normalisasi saluran air, kini giliran BPBD Kota Batu melakukan bersih-bersih sungai.

Baca Juga :Daya Tarik Produk UMKM Kediri Menarik Perhatian Jendral Maruli

“Kami telah melakukan pemetaan, dimana ada empat aliran sungai di kawasan hutan yang berpotensi memicu terjadinya banjir bandang,” tutur Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, Jumat (1/11/2024).

Read More

Dari empat aliran sungai di kawasan hutan tersebut, total ada 144 titik yang menjadi target pembersihan bersama pihak terkait. Di antaranya seperti relawan taman hutan raya, Perhutani, relawan bencana, linmas dan masyarakat setempat.

“Pembersihan telah dilakukan selama kurun waktu empat minggu. Pembersihan tuntas diawal musim penghujan,” katanya.

Baca Juga :Pemkab Kediri Dorong Peternak Menengah Atas Jajaki Potensi Pasar Internasional

Dari pembersihan itu, titik-titik rawan memicu terjadinya banjir telah dibersihkan. Untuk menyukseskan hal tersebut, pihaknya juga sudah mengalokasikan anggaran susur sungai sebesar Rp30 juta.

Anggaran tersebut digunakan untuk mem-back-up proses pembersihan sungai. Seperti untuk makan dan minum petugas, peralatan pembersihan hingga vitamin para personel. Selain itu juga dialokasikan untuk ahli pemotongan kayu.

Menurut Agung, pembersihan di aliran sungai kawasan hutan itu sangat perlu dilakukan. Guna mengantisipasi peristiwa banjir bandang yang pernah terjadi tahun 2021 silam terulang kembali.

Baca Juga :Hitungan Menit, Bazar Murah Paslon 1 Nurochman – Heli Suyanto Ludes Diserbu Masyarakat

“Potensi tertinggi banjir bandang ada di wilayah Kecamatan Bumiaji. Penyebabnya adalah kebakaran hutan yang pernah melanda pada Tahun 2019 lalu,” ujarnya.

“Dimana banyak pohon tumbang menyebabkan aliran sungai terhambat dan membuat bendungan alam kemudian jebol seperti tahun 2021 lalu dan aliran air menerjang rumah warga,” papar dia.

Karena itu, proses pembersihan aliran sungai difokuskan di dalam hutan. Meliputi pembersihan pohon-pohon tumbang sisa kebakaran hutan maupun pembersihan sampah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *