BPBD Kota Batu Mulai Deteksi Dini Bencana Banjir Bandang

BPBD Kota Batu Mulai Deteksi Dini Bencana Banjir Bandang
Petugas BPBD Kota Batu saat melakukan pembersihan lokasi jalur banjir bandang.(arief/sejahtera.co)

Baca Juga :Distribusikan Air Bersih ke Trenggalek, KAUJE Bantu Warga Terdampak Kekeringan Kemarau Panjang

“Untuk pembersihan material kayu atau bambu kami lakukan pemotongan sekira 30 centimeter – 50 centimeter,” imbuhnya.

Setelah dipotong pendek-pendek, kayu dan bambu langsung dipotong dan dibakar bersama sampah hutan hingga benar-benar habis dan api padam.

Read More

Sementara itu, setiap kali melakukan pembersihan pihaknya menerjunkan sekitar 30 orang personel. Dimana pembersihan satu sungai paling tidak memerlukan waktu sekitar satu minggu dengan cakupan sekitar 20 titik pembersihan setiap harinya.

Baca Juga :Diskusi Publik Akademisi Kota Madiun, Paslon “Bonus” Berikan Apresiasi Tinggi

“Proses pembersihan setiap titik memakan waktu 30 menit hingga 1 jam, tergantung kesulitan medannya,” jelas Agung.

Dalam proses pembersihan ini, pihaknya selalu melibatkan pemantauan Perhutani. Hal itu bertujuan agar proses pembersihan sesuai dengan regulasi dan tidak merusak hutan.

Di sisi lain, dia juga menjelaskan soal banjir luapan yang kerap kali melanda Kota Batu. Dimana banjir luapan yang sering terjadi di sejumlah titik Kota Batu bersifat sementara.

Baca Juga :Puluhan Ribu Warga di 72 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Trenggalek: Terbanyak Kecamatan Panggul

“Banjir luapan ini sifatnya hanya sementara. Ketika hujan reda, air langsung surut,” ungkap Agung.

Selain banjir bandang dan luapan, bahaya bencana alam tanah longsor juga mengintai saat musim penghujan tiba. Sepanjang tahun 2034 tercatat ada 35 kejadian tanah longsor, paling banyak terjadi di Kecamatan Bumiaji dan Batu.

Baca Juga :Kasad Resmi Tutup TMMD ke-122 Kodim 0809 Kediri, In yang Disampaikan

“Kawasan Bumiaji, paling sering terjadi di Desa Sumberbrantas, Bulukerto, Gunungsari, Tulungrejo, Punten dan Giripurno. Sedangkan di Kecamatan Batu yang cukup rawan di kawasan Klemuk dan Payung, Kelurahan Songgokerto,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *