Pemotongan itu dilakukan setelah petugas gabungan melakukan identifikasi sebelumnya. Hasilnya terdapat puluhan pohon rentan roboh di sepanjang jalur itu.
“Dari pemetaan, kami menemukan sedikitnya 33 pohon yang dinilai cukup rentan terdiri dari jenis Akasia sebanyak 26 pohon, Johar 4 Pohon, Mahoni Sejumlah 1 Pohon, Mindi 1 Pohon dan Asem sebanyak 1 Pohon,” kata Andi.
Andi menyebut, pemetaan pohon rapuh di Kabupaten Trenggalek khusus sepanjang jalan nasional wilayah Panggul hingga masuk kawasan Pacitan itu dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat curah hujan yang mulai mengguyur wilayah Trenggalek.
Sebelumnya enam rumah warga di Kecamatan Suruh, Karangan dan Trenggalek rusak parah akibat tertimpa pohon tumbang. Peristiwa itu dipicu akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda, Sabtu (2/11/2024).
Sebagai antisipasi dampak serupa, petugas gabungan melakukan langkah serupa di sejumlah titik yang dinilai membahayakan.
Disamping itu, langkah itu dilakukan sebagai kesiapan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025. Menurutnya, Jalan raya Panggul merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Pacitan serta akses utama menuju lokasi wisata.
Baca Juga :Forum Mahasiswa Madiun Raya Menyayangkan Ketidakhadiran Paslon pada Diskusi Publik Akademisi
“Sehingga saat libur Nataru bisa dipastikan ada peningkatan pengguna jalan yang cukup signifikan. Kondisi ini sudah seharunya menjadi perhatian kita bersama untuk mengantisipasi jangan sampai jatuh korban. Termasuk diantaranya adalah keberadaan pohon yang sudah rapuh karena usia,” pungkasnya.



















