Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan car free day (CFD) 2.0 di Kabupaten Tulungagung bakal dievaluasi ulang setelah munculnya beberapa permasalahan.
Baca Juga :Sidak Toko dan Distributor, BPOM Kediri Sita Jajanan China Mengandung Bakteri
Seperti terdapat sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kedapatan berjualan di area steril PKL, Minggu (3/11/2024) kemarin.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan, pelaksanaan CFD 2.0 telah disesuaikan dengan keluhan masyarakat terkait ruang olahraga.
Sebelum CFD 2.0 dilakukan, para PKL berjualan di area jalan R.A Kartini atau selingkar alun-alun Tulungagung menempati kedua sisi ruas jalan mengakibatkan masyarakat yang berolahraga, tidak bisa leluasa.
Baca Juga :Belasan Orang Kehilangan Nyawa Akibat HIV-AIDS, Ini Data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar
“Sebelum CFD 2.0 diluncurkan, kondisinya memang semrawut, PKL dan masyarakat yang berolahraga masih menjadi satu, sehingga menimbulkan banyak keluhan, juga termasuk soal kebersihan kawasan CFD,” kata Slamet Sunarto, Senin (4/11/2024).



















