Lanjut Bambang, tren kebakaran sebenarnya menurun jika dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dibanding Agustus juga menurun, dimana ada 25 peristiwa kebakaran.
Baca Juga :Pj Gubernur Jatim Ingatkan Kewaspadaan Hadapi Kebencanaan
Adapun total insiden kebakaran terhitung Januari – Oktober mencapai 93 kejadian. Data tersebut menurun dibanding periode yang sama 2023 lalu sebanyak 133 laporan kebakaran.
“Mayoritas disebabkan hubungan pendek arus listrik, sementara karhutla (kebakaran hutan dan lahan) biasanya karena pembersihan sampah,” ujar Bambang.
Bambang mengungkapkan amuk si jago merah tak mengenal musim. Kendati memasuki penghujan, Bambang meminta warga untuk mawas diri terhadap potensi kebakaran dan selalu waspada.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, maka masyarakat harus waspada terhadap berbagai potensi kebakaran,” tandas Bambang.



















