Blitar, SEJAHTERA.CO – Agenda debat publik kali kedua pasangan calon bupati-wakil bupati Blitar dihentikan sebelum acara selesai oleh KPU Kabupaten Blitar. Pasalnya suasana tak kondusif.
Baca Juga :Cek Sistem Peringatan Dini Bencana dan 12 EWS Dinonaktifkan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Ponorogo
Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugino mengakui pihaknya memutuskan menghentikan debat publik yang digelar pada Senin malam (4/11/2024). Pasalnya jika diteruskan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Iya dihentikan,” kata Sugino, Selasa (5/11/2024).
Dia mengatakan, keputusan KPU Kabupaten Blitar untuk menghentikan debat publik sudah dipertimbangkan dengan matang. Jika diteruskan jelas tak kondusif.
Baca Juga :Antisipasi Banjir, BPBD Kabupaten Tulungagung Bersihkan Sungai
“Kalau ini dilanjutkan risikonya lebih besar sehingga jajaran KPU sepakat untuk menghentikan debat, karena itu keputusan yang terbaik,” jelasnya.
Sugino mengakui situasi tak kondusif karena ada paslon yang protes. Yakni pasangan calon bupati-wakil bupati Rijanto-Beky Hendrihansah. Protes karena pasangan calon bupati dan wakil bupati Rini Syarifah-Abdul Ghoni membawa kertas di luar yang difasilitasi KPU.
Baca Juga :TMMD ke-122 Kodim 0809 Kediri, Kedekatan dengan Warga Membuat Prajurit TNI Tak Kenal Lelah Mengabdi
“Sehingga kami langsung mediasi bersama masing-masing LO paslon, dan lama tidak ada titik temu, kondisi semakin tidak kondusif dihentikan,” jelasnya.
Dia mengatakan, debat berhenti ketika sesi penyampaian visi misi. Itu terjadi pada sesi pertama.



















