Berkaca dari itu, pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, utamanya di saluran-saluran air yang berpotensi menjadi akses ular masuk ke area permukiman. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan penerangan di lokasi yang berpotensi disambangi ular.
Baca Juga :Pemkab Jombang Perkuat Komitmen Pembangunan Jangka Panjang Lewat Internalisasi RPJPD
“Termasuk tidak membuang bau-bau amis sembarangan yang berpotensi memicu kehadiran ular, biasanya bau itu terbawa air dan memicu kedatangan ular. Berdasarkan analisa, ular-ular itu rata-rata masuk lewat saluran air,” ujarnya.
Menurut Wasis, area kotor dan lembab merupakan lokasi favorit ular. Terlebih saat memasuki musim hujan habitat atau sarang mereka tergenang air sehingga ular-ular itu bakal keluar sarangnya dan rentan masuk ke area permukiman warga.
Baca Juga :Pj Gubernur Jatim Ingatkan Kewaspadaan Hadapi Kebencanaan
“Untuk itu kami himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada, utamanya saat memasuki musim penghujan,” pungkasnya.



















