TMMD ke-122 Kodim 0809 Kediri, Kedekatan dengan Warga Membuat Prajurit TNI Tak Kenal Lelah Mengabdi

TMMD, ke-122, Kodim 0809 Kediri, Kedekatan, Warga , Prajurit, TNI, Tak Kenal Lelah, Mengabdi
Prajurit TNI saat mengajar Mengaji disela kegiatan TMMD ke 122 Kodim 0809 kediri

Antusias warga setempat pun dirasakan salah satu Prajurit TNI, Letda Marinir Mohamad Sofi menyempatkan waktunya mengajar anak-anak mengaji di Lereng Gunung Wilis tersebut. Dia memiliki keinginan untuk mendidik masyarakat setempat agar anak-anak rajin belajar demi kemajuan bangsa.

“Mungkin beda rasanya kalau tugas di tempat lain. Di sini bisa dekat masyarakat sekaligus bersilaturahmi,” jelasnya.

Menjalankan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) bukanlah pertama kali dirasakan prajurit asal Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang itu.

Read More

Baca Juga :Dituding Tak Profesional Tangani Pelaporan, Komisioner Bawaslu Kota Blitar Diadukan ke DKPP

Dia pernah ikut serta di TMMD pada 1995 silam. Baginya, memberikan ilmu kepada anak-anak ini merupakan pengalaman berharga karena Sofi juga bisa mengenalkan tugas TNI dalam menjaga NKRI.

“Tidak hanya mengaji, kami dan prajurit lain mengajar anak-anak Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar anak keempat dari empat bersaudara ini.

Prajurit kelahiran 1971 silam itu memilih menularkan ilmunya kepada anak-anak dari pada beristirahat usai menjalankan program pembangunan fisik TMMD mulai pagi hingga sore hari.

Baca Juga :Lahan Kosong 1,5 Hektar di Trenggalek Dijadikan Perkebunan dan Perikanan

Sofi mempunyai prinsip untuk mendekatkan diri dan berkenalan dengan masyarakat sekitar. Dia ingin ada kenangan tersendiri untuk masyarakat ketika TMMD di Desa Pagung, Kecamatan Semen sudah berakhir di akhir bulan Oktober 2024.

“Ada hal yang bikin saya betah di sini yaitu masyarakat bisa menerima kehadiran prajurit TNI. Itu hal yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Di samping itu, ada hal yang membuat dirinya menahan rasa rindu selama menjalankan tugasnya di TMMD ke-122. Sofi harus rela meninggalkan keluarga tercinta dan menunda pulang ke rumahnya di Kabupaten Malang. Akan tetapi, satu bulan bertugas di Lereng Gunung Wilis tersebut merupakan waktu yang singkat.

Baca Juga :Bawaslu Lantik 1.942 Pengawas TPS untuk Kawal Pilkada Jombang 2024

Bila dibandingkan dengan tugas dari kesatuan, Sofi bisa ditugaskan waktu 8 hingga 10 bulan. Setelah TMMD berakhir, dia berterima kasih kepada mereka yang sudah membantu dengan ikhlas. Ia berharap agar desa di lereng Gunung Wilis ini bisa terus maju ketika ditinggal Prajurit TNI.

“Di sini masyarakat baik semuanya. Mereka sangat senang dibantu TNI karena hal itu jarang terjadi di daerah sini,” tutur Sofi.

Terlepas hal itu, dia harus rela meninggalkan keluarga selama menjalankan tugasnya di sini.

Baca Juga :Transformasi Digital, Capaian IKD di Ponorogo Baru 6 Persen

Meski tidak bertemu keluarga, prajurit berdinas di Batalyon Zeni-2 Marinir (Yon Zeni 2/Marinir) ini bisa meluapkan perasaan kerinduan istri dan anak dengan berkomunikasi lewat ponsel. Komunikasi melalui dan video call biasanya dilakukan saat malam hari atau waktu senggang.

“Kalau dibilang rindu pasti rindu. Ini kan sudah tugas saya sebagai prajurit TNI, jadi sudah anggap hal biasa meninggalkan keluarga,” pungkasnya sembari mengingat pesan-pesan keluarga.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *