“Intinya dari debat ini penajaman visi-misi Paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2 sehingga masyarakat bisa dapat gambaran untuk menentukan pilihannya 27 November 2024,” katanya.
Baca Juga :Oknum Polisi Ditangkap Gara-gara Narkoba
Nanang Qosim menyampaikan, tema dalam debat terakhir adalah penyelarasan pembangunan antara pusat dan daerah. Sedangkan, ada lima Subtema yakni pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pendidikan, Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Pihaknya juga sudah memonitoring masukan dari masyarakat terkait debat yakni memutuskan menggunakan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Jadi paslon nanti menjawab pertanyaan dari panelis dan BNN. Ini adalah komitmen paslon yang menjadi bupati dan wakil bupati lima tahun ke depan dalam rangka penanggulangan dan pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Keidiri,” bebernya.
Baca Juga :Campurkan Pil Dobel L dengan Sambal Kecap, Dua Pengunjung Lapas Tulungagung Diamankan
Tak hanya itu, lanjut dia, KPU sudah melakukan persiapan-persiapan untuk debat terakhir salah satunya rapat koordinasi bersama Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, Satpol PP, dan pihak terkait. Sedangkan, masing-masing paslon diperkenankan membawa pendukung sebanyak 150 orang termasuk partai pengusung dan relawan.
“Saya berharap kita bisa melihat bersama-sama masyarakat Kabupaten Kediri untuk mendapatkan gambaran tentang visi misi pasangan calon dan program kerjanya,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Kediri.



















