Tak hanya itu, pihaknya menegaskan bencana merupakan urusan bersama dan bukan satu pihak. Pun, dirinya masih mengupayakan pengurangan risiko bencana, serta meningkatkan ketangguhan warga terhadap bencana.
Baca Juga :Akses Jalan Ponorogo – Madiun di Kawasan Ngebel Tertutup Longsor, ini Arahan BPBD
“Jadi bukan BPBD saja, tapi semuanya punya tanggung jawab, karena ini tanggung jawab bersama,” tandasnya
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun menambahkan jika pihaknya memastikan seluruh personel maupun sarana dan prasarana penanganan bencana telah siap. Termasuk menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam.
Baca Juga :Ketersediaan Daging, Ternak dan Pangan Akhir Tahun di Kabupaten Kediri Mencukupi
“Untuk posko kita sudah siagakan personel TRC, jika sewaktu-waktu terjadi bencana bisa segera langsung ditangani,” ucap Masun.
Seperti diketahui, apel gelar pasukan dalam rangka kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi itu diikuti Polri, BPBD, relawan, stakeholder terkait maupun RAPI.
Baca Juga :Tiga Pelaku Curanmor Nganjuk Dibekuk, Salah Satunya Anak Bawah Umur
Dalam apel itu Dandim 0802/Ponorogo bersama Kapolres Ponorogo serta kepala pelaksana BPBD turut meninjau kesiapan personel dan logistik yang dibutuhkan.



















