“Bapak ibu saya petani. Saya juga ikut bertani. Bahkan sampai lulus SMA, karena orang tua saya ada keterbatasan biaya, saya tidak bisa lanjut kuliah. Saya pun tidak masalah soal itu dan ikut bantu bertani. Periode saya bertani itu cukup lama,” tutur Cak Nur.
Namun, kondisi itu tak membuatnya menyerah dengan keadaan. Tidak kuliah bukan berarti tak berhenti untuk belajar.
Selain bertani, sang maestro politik itu juga pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkot Batu, dari tahun 2007 sampai 2013. Sebelum jadi tenaga honorer, pria 55 tahun ini juga pernah jadi tukang sapu di Hotel Victory Batu hingga menjadi ketua serikat pekerja.
Di tahun 2004, Cak Nur beralih menjadi wirausahawan, mengelola sayuran organik dan budidaya jamur tiram putih. Dia juga sempat berkarier di Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Batu selama 5 tahun.
Selain itu, Cak Nur juga sempat menjadi Pj Kepala Desa Sumberejo dari tahun 2006 sampai 2007, sebuah posisi yang diberikan berkat aktivitasnya di organisasi kemasyarakatan.
Cak Nur juga aktif berorganisasi. Dia pernah jadi sekretaris di BP KNPI Kota Batu (1991-1996). Selain itu Cak Nur juga jadi ketua di PC IPNU Kota Batu (1993-1997), ketua SPSI Hotel Victory Batu (2001-2004) dan ketua BPD Sumberejo (2006-2007). Dia juga menjabat sebagai ketua DPC PKB Kota Batu dari tahun 2010 sampai 2026 mendatang.
Baca Juga :Puluhan ASN Pemkab Trenggalek Purna Tugas, ini Pesan Mas Syah
Di pentas politik, Cak Nur juga mengingat masa sulit tahun 2009 ketika PKB tidak memenangkan satu pun kursi legislatif. Namun dengan strategi komunikasi dan semangat tinggi, dia berhasil memulihkan partai dari kehancuran.
Cak Nur mengambil langkah dengan menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar partai, sehingga PKB Kota Batu bisa eksis sampai sekarang.
Baca Juga :Mundjidah Wahab Ucapkan Selamat atas Kemenangan Warsubi-Gus Salman dalam Pilkada Jombang 2024
“Saya kira, pribadi saya hingga sekarang ya terjadi secara alamiah saja. Saya orang biasa, anak petani yang kebetulan diberi kesempatan menjadi wakil rakyat. Jadi, ketika saya menjalani tugas sebagai wakil rakyat, ya seperti saya menjadi rakyat biasa sebelum terpilih,” tutupnya.



















