Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Jombang meresmikan program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif di area parkir UPT Kawasan Wisata Religi Gus Dur, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga :Ribuan Warga di Kabupaten Blitar Alami Gangguan Jiwa Berat, Beberapa Masih Dipasung
Program ini menghubungkan nilai sejarah, budaya, dan agama yang kental di Jombang melalui empat pondok pesantren besar.
Launching ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi oleh Pj. Bupati Jombang Teguh Narutomo. Dalam sambutannya, Teguh menyebutkan, program ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan pariwisata berbasis religi dan sejarah.
Baca Juga :Rekapitulasi Pemungutan Suara KPU Kota Kediri, Vinanda-Gus Qowim Unggul 56,82 Persen
“Melalui program ini, kita mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, dan agama. Wisatawan akan lebih mudah mengakses informasi tentang tokoh-tokoh besar, tempat bersejarah, serta pesantren-pesantren di Jombang,” ungkapnya.
Teguh juga berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama UMKM di sekitar pesantren.
“Kami ingin meningkatkan daya tarik wisatawan dan memperkenalkan lebih banyak potensi Jombang kepada dunia,” tambahnya.



















