Blitar, SEJAHTERA.CO – Ribuan warga Kabupaten Blitar menderita gangguan jiwa berat. Penyebabnya beraneka ragam, mulai depresi karena ekonomi hingga bahtera rumah tangga dan lain sebagainya.
Baca Juga :Rekapitulasi Pemungutan Suara KPU Kota Kediri, Vinanda-Gus Qowim Unggul 56,82 Persen
Menurut Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hyndra Satria, hingga 2024 ini 2.401 warga yang mengalami gangguan jiwa berat. Mereka tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar.
“Jadi ada klasifikasi soal gangguan jiwa. Yang masuk kategori orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ ini yang menjadi atensi. Karena sering ngamuk,” kata Hyndra Satria di Dinas Kesehatan, Rabu (4/12/2024).
Hyndra mengatakan, dari total 2.401 itu sebanyak 29 di antaranya menjalani pengawasan ekstra oleh keluarganya. Bahkan beberapa di antaranya hidup dalam pasung atau dikurung.
“Ada 29 di antaranya hingga kini masih menjalani pasung oleh pihak keluarga. Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan dan perlu penanganan yang serius. Saat ini kami terus pantau,” katanya.



















