Baca Juga :Angka Partisipasi Mencoblos Cawali di Kota Blitar Tembus 80,17 Persen
Sebagai kota santri, Jombang dikenal dengan tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.
Empat pondok pesantren besar, yaitu Tebuireng, Mambaul Ma’arif Denanyar, Bahrul Ulum Tambakberas, dan Darul Ulum Rejoso Peterongan, menjadi pusat pendidikan agama yang sangat berpengaruh.
Teguh mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam pengembangan program ini. “Mari kita jadikan program ini bermanfaat jangka panjang, tidak hanya tren sesaat,” tegasnya.
Baca Juga :Dua Keluarga di Trenggalek Transmigrasi ke Poso, Dapat Rumah Tipe 36 hingga Lahan 2 Hektare
Acara tersebut dihadiri Forkopimda Jombang, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan bank, pegiat pariwisata, dan asosiasi pariwisata. Selain itu, hadir pula camat, staf ahli, serta kepala perangkat daerah Kabupaten Jombang.
Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif ini diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkuat posisi Jombang sebagai pusat wisata religi dan edukatif di Indonesia.



















