Untuk bencana banjir, Triadi menyebut ada 13 kali kejadian yang mengakibatkan dua tempat usaha mengalami rusak berat dan sedang.
Sementara untuk cuaca ekstrim ada 25 kali kejadian. Kondisi itu mengakibatkan 1 tempat ibadah rusak ringan, dan 41 rumah dengan kondisi 1 rusak berat.
“Sisanya rusak ringan. Selain itu, dampak cuaca ekstrim itu mengakibatkan tiga orang luka ringan, 1 orang meninggal dunia. Tertimpa pohon tumbang,” imbuhnya.
Baca Juga :Pemkab Trenggalek Upayakan Pemulihan Dampak Bencana Alam
Secara total, dalam kurun waktu November-Desember, wilayah Kabupaten Trenggalek sudah dilanda 115 kali kejadian yang melanda 49 desa di 13 kecamatan.
Triadi menyebut, unsur pentahelix sudah melakukan penanggulangan. Untuk upaya penanganan darurat meliputi pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, seperti pemberian sembako, beronjong, glangsing dan air bersih hingga pengiriman alat berat untuk pembersihan material.
“Untuk upaya pasca bencana, kami melakukan assessment lapangan dengan melibatkan dinas teknis terkait, dilanjutkan dengan usulan rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya.



















