“Tapi saya berpikir apa yang bisa dihidupkan dari hal tersebut yaitu perdagangan dan jasa. Kalau jasa pasti pariwisata. Bandara Dhoho dibangun di Kabupaten Kediri tapi yang punya banyak hotel sekarang ada di Kota Kediri. Jadi sarana prasarana di sebelah kabupaten sekeliling tapi tinggalnya tamu-tamu itu ada di Kota Kediri,” tambahnya.
Baca juga: Buka Sosialisasi Pj Wali Kota Kediri Ajak Masyarakat Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Zanariah menambahkan bahwa Kota Kediri ini agar lebih menghidupkan homestay untuk membangun ekonomi kerakyatan. Lalu Pemerintah Kota Kediri juga sudah mengajak kolaborasi Stasiun Kediri, agar wisatawan tidak hanya menggunakan pesawat untuk datang ke Kediri melainkan bisa juga dengan kereta api.
“Kita juga menaruh lokomotif tua di depan Stasiun Kediri yang umurnya 150 tahun dan itu nomor 2 setelah Madiun. Lalu Direktur PT. KAI juga setuju untuk membangun kota ini bersama dengan ikut menanam pohon buah asli daerah ini yaitu pohon buah mangga podang sebagai pohon pelindung di tempat yang menjadi aset PT. KAI.
Di akhir bincang-bincangnya, Helmy Yahya kembali menuturkan bahwa potensi daerah yang top di kota ini adalah historisnya. Karena di sini dulu ada Kerajaan Kediri dan Kerajaan Dhaha. Jadi kalau digali bisa menjadi wisata historis yang luar biasa. Seperti kalau di dunia, kenapa orang ingin melihat Acropolis, lalu kenapa orang ke Turki melihat Ephesus, seperti itulah yang bisa dibangun di Kota Kediri.
“Kediri dan Dhaha itu kita tidak bisa digambarkan seperti apa. Contohnya seperti di kampung kami Palembang, selalu semua namanya Sriwijaya seperti universitas dan lainnya. Tapi kalau orang Palembang ditanya, Sriwijaya kayak apa tidak pernah ada yang tahu. Jadi ini ada story tellingnya. Story telling ini yang paling top itu menggunakan audio visual. Jadi menurut saya, orang kenal Kediri sebagai kotanya Gudang Garam, tapi mestinya harus bisa lebih dari itu, kalau kita bisa membangunnya. Semoga dilanjutkan lebih baik lagi oleh penggantinya Ibu Pj Wali Kota Kediri,” jelasnya.



















