Lima Orang Meninggal Akibat DBD, Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya, Ini Penjelasan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

Lima Orang Meninggal Akibat DBD, Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya, Ini Penjelasan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro (bakti/sejahtera,co)

Ditambahkan Bambang, kasus DBD di bulan September ada 23 kasus, Oktober 27 kasus, November ada 29 kasus dan Desember ada 27 kasus.

Adapun kelompok umur yang terpapar DBD adalah Usia 1 tahun ada 38 kasus, usia 1-4 tahun ada 58 kasus, usia 5 hingga 14 ada 327 kasus,usia 15 – 44 ada 63 kasus dan usia 45 tahun ke atas ada 3 tahun.

Baca Juga :Wow ! Pemkab Trenggalek Borong 4 Penghargaan di Ajang INOTEK Award 2024

Read More

“Adanya kasus DBD meningkat di tahun 2024 dibanding tahun 2023 lalu tentu harus diwaspadai dan disikapi warga dengan serius. Hendaknya dicegah dengan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), lebih sering bersih bersih lingkungan rumah untuk cegah sarang nyamuk,” jelasnya.

Ditambahkan Bambang, jangan biarkan sarang nyamuk berkembang dan musim hujan lembab jadi sarang nyamuk mudah berkembang. Harus dicegah dengan tiga di antaranya menutup,mengubur dan menguras barang yang berpotensi menimbulkan jentik nyamuk.

Baca Juga :Sah, Usulan UMK Kota Blitar Rp 2.481.450, Naik Rp 151.450

“Usia produktif paling banyak terpapar DBD karena mereka abai jaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan rumah. Karena perlu jaga diri agar tidak terpapar DBD,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *