Tempat Bermukim 119 Warga Riskan Longsor, Pemkab Trenggalek Buat Skenario Pemukiman Terdampak Tanah Gerak

Tempat Bermukim 119 Warga Riskan Longsor, Pemkab Trenggalek Buat Skenario Pemukiman Terdampak Tanah Gerak
Mas Ipin saat meninjau lokasi tanah gerak (angga/sejahtera.co)

Baca Juga :Ruas Jalan Desa Rusak, Truk Pengangkut Susu Dilarang Melintas, Ini Penjelasan Dishub Kabupaten Tulungagung

“Saya sudah instruksikan ke pemerintah desa untuk mencari lahan sebagai resettlement atau pemukiman kembali bagi warga terdampak. Kalau mereka punya tanah di desa lain atau mendekatkan sama keluarga ya nanti kita bantu untuk membangun rumahnya, tapi kalau tidak ada ya kita bantu pengadaan tanah maupun pembangunan rumahnya,” jelasnya.

Untuk mendukung realisasi itu, Mas Ipin menyebut terdapat berbagai skema pendanaan dengan kolaborasi lintas sektoral baik pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi maupun pusat. Termasuk dukungan dari sektor swasta lewat bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS.

Read More

Baca Juga :Debit Air Sungai Meluap, Halaman Sekolah Dasar Ngampel 2 Amblas

“Makanya BAZNAS juga masih membuka donasi nanti sebagian dana bisa kita gunakan untuk membantu, sembari juga tadi ada salam dari Pak Pj Gubernur tadi juga memberikan atensi, provinsi nanti juga akan membantu,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Mas Ipin kembali mengingatkan masyarakat khususnya yang tinggal di area pegunungan untuk menjaga pohon-pohon tegakan di kawasan hutan. Hal itu untuk memperkuat cengkeraman tanah untuk mengantisipasi potensi bencana longsor maupun terjadinya tanah gerak.

Baca Juga :Pohon Natal Unik Terbuat dari Batang Lidi Setinggi 6 Meter, Jadi Simbol Persatuan dan Kesatuan Menghadapi Berbagai Tantangan

“Pokoknya pucuk-pucuk gunung itu meskipun padat penduduk kalau bisa, boleh tanaman produktif tapi tanaman kayu. Karena tanah kita itu kan gembur jadi biar tanah itu ada yang mengikat, yang mengikat ya akar-akarnya pohon-pohon besar itu. Kalau kita lihat yang masih pohon-pohon besar ya aman, yang tadi kita lihat yang longsor lahan pertanian. Saya tidak menyalahkan masyarakat tapi ada pilihan ekonomi dari pohon itu yang bisa tumbuh buah,” jelasnya.

Untuk itu, Mas Ipin berharap masyarakat lebih selektif dalam pemilihan pohon yang disesuaikan dengan kriteria lahannya. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat merasakan manfaat perekonomian tanpa dibayang-bayangi bencana. Terlepas itu, Mas Ipin bakal melakukan reboisasi di lahan-lahan yang dinilai gundul untuk mencegah terjadinya bencana alam.

Baca Juga :Pohon Natal Unik Terbuat dari Batang Lidi Setinggi 6 Meter, Jadi Simbol Persatuan dan Kesatuan Menghadapi Berbagai Tantangan

“Ya itu nanti yang kita bantu bibit juga, jadi di desa-desa tolong asesmen kalau ada wilayah-wilayah yang seperti itu segera bilang. Kita segera gerakkan untuk kita tanami tanaman kayu yang produktif,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *