Batu, SEJAHTERA.CO – Pasangan suami istri (Pasutri) yakni AS (32) dan AI ( 45) keduanya warga Jalan Tambak Sari Gang Mushola No. 30A RT. 3 RW. 2, Tambakrejo, Waru, Kabupaten Sidoarjo mengakui jika aksi perdagangan bayi ini dilakukan sudah sejak Oktober 2024 lalu, sampai Desember 2024 mereka sudah menjual sekitar 5 bayi.
Baca Juga :Enam Pelaku Jaringan Perdagangan Bayi Kota Batu Terungkap, ini Peran Para Pelaku dan Motifnya
Kapolres Batu AKBP Andy Yudha Pranata melalui Wakapolres Batu Kompol Danang Yudanto menjelaskan jika salah satu pelaku merupakan pasangan suami istri atau pasutri.
“Pasutri ini nekat melakukan perdagangan bayi karena karena kebutuhan ekonomi, setiap berhasil menjual bayi mereka mendapatkan keuntungan Rp 3 juta,” jelasnya, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga :Oknum Sopir Taksi Online Terduga Pelaku Pencurian di Ponorogo Diringkus Polisi
Disampaikan pula jika motif perdagangan bayi yang dilakukan ini pelaku pasutri ini membeli dari ibu kandung bayi seharga Rp 8 juta, kemudian dijual ke makelar senilai Rp15 dan sampai di Kota Batu dihargai Rp19.5 juta.
“Jadi mereka ini menerima keuntungan dari sini dan sudah 5 kali beraksi perdagangan bayi, untuk perempuan dihargai Rp 18 juta, sedangkan bayi laki-laki Rp 19 juta,” tutupnya.



















