Namun terjadi tren peningkatan laporan evakuasi ular pada waktu musim penghujan. Misalnya pada Januari, ada sebanyak 72 kali laporan evakuasi hewan ular.
“Memang saat musim hujan terjadi peningkatan permintaan evakuasi ular. Untuk itu kami himbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.
Baca Juga :Jambret Kalung, Dua Pelaku Asal Tulungagung Diringkus, Satu Masih Bawah Umur
Selain ular, evakuasi sarang tawon vespa affinist menempati urutan kedua dengan jumlah sebanyak 162 kali evakuasi. Disusul evakuasi biawak 16 kali, kera 5 kali, trenggiling 2 kali, kucing 2 kali, serta kucing hutan, tikus, ulat bulu dan musang dengan jumlah masing-masing 1 kali.
“Untuk penanganannya, apabila hewan itu masuk kategori dilindungi kita koordinasikan dengan BBKSDA Jatim. Sementara jika tidak, kita rilis kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.



















