“Kalau sekarang karena sudah terlambat, sudah bukan lagi pencegahan tapi harus ada penanganan cepat dari Dinas,” ungkap Kang Wi, sapaannya, Senin (6/1/2025)
Selain itu, Kang Wi juga mendorong Pemkab Ponorogo untuk segera mengeluarkan surat keputusan melakukan penutupan Pasar Hewan Jetis. Ditakutkan, hewan ternak yang terpapar PMK akan menularkan virus kepada yang lain.
Apalagi Pasar Hewan Jetis banyak dikunjungi pedagang dari luar daerah. ”Lebih baik pasar hewan tidak dibuka dulu, seperti kebijakan yang diambil Wonogiri,” terangnya.
Baca Juga :Kementan Bantu 1828 Dosis Vaksin untuk Penyembuhan Sapi Terpapar PMK di Kediri
Dia menambahkan jika tidak segera ada tindakan dari Pemkab Ponorogo dikhawatirkan kasus tersebut terus meluas. Kalaupun dijual harga hewan ternak anjlok dari nilai pasaran. Ditambah masalah vaksin PMK belum ada titik terang.
“Kami harapkan Pemkab Ponorogo segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar segera dapat vaksin untuk PMK ini, dan segera bisa ditanggulangi,” pungkasnya.



















