Menurut Saleh, lonjakan kasus PMK dipengaruhi oleh musim hujan yang meningkatkan kelembaban, sehingga mempermudah penyebaran virus. Selain itu, perubahan cuaca turut memengaruhi kekebalan hewan yang menurun, serta rendahnya cakupan vaksinasi.
Ia menyebut bahwa vaksinasi idealnya dilakukan setiap enam bulan dengan cakupan minimal 80 persen populasi, tetapi pelaksanaannya belum optimal.
“Kami terus menggencarkan gerakan vaksinasi kepada para peternak, termasuk mengedukasi mereka untuk melaksanakan vaksin secara mandiri,” tegasnya.
Baca Juga :MBG Ditetapkan, Pemkab Ponorogo Sediakan 3.000 Porsi untuk Pelajar
Selain vaksinasi, Dinas Peternakan dan Perikanan juga melakukan tindakan pencegahan lain, seperti eliminasi penyebaran virus di kandang, pasar, maupun rumah potong hewan, serta penyemprotan disinfektan.
Saleh memastikan bahwa setiap laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ini.
Baca Juga :Cegah Penyebaran Virus PMK, Pembatasan Lalu Lintas Hewan Ternak Diberlakukan di Kota Batu
Dengan langkah-langkah tersebut, ia berharap persebaran PMK di Kabupaten Jombang dapat segera terkendali dan para peternak dapat kembali menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan penyakit.



















