“Kami tidak tahu apa pertimbangan dari pusat. Intinya, kami harus mencermati kembali kegiatan fisik mana yang harus ditunda,” ujarnya.
Priyo melanjutkan, beberapa proyek yang tetap dilanjutkan seperti di Dinas Kesehatan (Dinkes) ada pembangunan puskesmas pembantu (pustu). Kemudian di dinas pendidikan ada rehabilitas PAUD dan beberapa SD. Proyek itu menyedot anggaran tak terlalu banyak.
Selain itu, sudah melalui proses yang cukup panjang penganggarannya dan diperlukan Masyarakat.
Di lain pihak, Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Sapto Johannes mengakui jika, dana transfer dari pusat tahun ini berkurang.
Seperti dana transfer berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tahun lalu dapat Rp 8 miliar, tahun ini hanya mendapat sekitar Rp 600 juta.
Baca Juga :Awal Tahun, Puluhan Masyarakat Ponorogo Terserang DBD, Rumah Sakit Kewalahan
“Anggaran itu untuk pembangunan gedung PAUD dan SD di lingkup dinas pendidikan,” pungkasnya.



















